Pariaman, 2 Juni 2010
Finis etape 2a yang berakhir di Pantai Gandoriah Kota Pariaman yang menempuh jarak 81 Km dari Kota Padang yang star pada puku 9.00 Wib (2/6) yang memakan waktu para pembalap Tour De Singkarak 1 jam 50 menit 20 detik. Pembalap yang finis pada urutan pertama diraih oleh Sung Baek Park tim KSPO asal Korea, di urutan kedua Mehdi Sohrabi tim TPT asal Iran, di posisi ketiga Mohd Shahrul Mat Amin tim Nasional Malaysia.
Pada Klasifikasi Individu Indonesia diraih Matnur dari Polygon Sweet Nice Team, kedua Kisnanto Nugroho dari ISSI Yogyakarta, ketiga diraih Waseso Projo dari Kutai Kartanegara Team.
Untuk Sprint Point posisi pertama Sacha Damrow dari CCN Colossi Belanda, kedua Mohd Nur Rizuan Zainal dari Malaysia, dan ketiga Daniel Asto dari 7 Eleven Racing Team Filipina.
Porelahan waktu tecepat untuk kategori Indonesia di peroleh Tonton Susanto, kedua Matnur, dan Rastra Pauria.
Pada Klasifikasi ‘Yellow Jersey” diraih Hossein Askari dari Tabriz Petrochemical Team Iran.
Finis etapae 2a di Pantai Gandoriah Kota Pariaman, para pembalap akan istirahat lebih kurang 3 jam untuk melanjutkan etape 2b Pariaman - Muko-muko. Selama istirahat para pembalap di suguhi kesenian khas Pariaman Oyak Tabuik.( Media Center Kominfo Kota Pariaman)
Tim Media Center Kota Pariaman
Tim Media Center Kota Pariaman
Jumat, 04 Juni 2010
Selasa, 01 Juni 2010
Kota Pariaman Siap Menyambut Peserta Tour De Singkarak 2010
Pariaman, 1 Juni 2010
Kota Pariaman merupakan jalur etape 2a yang dilalui peserta balap sepeda Tour De Singkarak 2010 tanggal 2 Juni 2010 yang akan diikuti sebanyak 22 tim internasional dan domestik.
Berdasarkan pantauan Media Center Kominfo Kota Pariaman, kesiapan jalur-jalur yang dilalui peserta balap sepeda yaitu gerbang Kota Pariaman Kurai Taji, Jl. K. H. Ahmad Dahlan,Jl. Zaini, Jl. Soekarno Hatta, Jl. R. W. Monginsidi, Jl. H. M. Soeharto, Jl. Anas Malik, Jl. Samaun Bakrie, Jl. Kol. Mahyudin Tonek, Jl. Sechburhanudin, Jl. Rasyid Baroneng sampai pada Jl. Nasri Nazar Pantai Gandoriah telah terlihat perbaikan jalan pasca gempa, pembongkaran polisi tidur (pita Penggaduh), serta pembersihan jalan yang akan mengganggu pembalap.
Sebanyak 12 tim internasional yang akan mengikuti even ini adalah Azad University (Iran), Aisan Racing Team (Jepang), Roadbike Philippines 7 Eleven Racing Team (Filipina), Bike Bug North Sydney-Carol & O'Dea Lawyers (Australia), Polygon Sweet Nice (Indonesia), Petrochemical Tabriz Team (Iran), Malaysian National Team, Giant Asia Racing Team (Taiwan), Action Cycling Team (China Taipei), OCBC (Singapura), CCN Colossi (Belanda) dan KSPO (Korea).
Sementara itu, tim domestik terdiri atas 10 tim, yaitu: United Bike Kencana Team, Dodol Picnic Garut, Kutai Kartanegara Cycling Team, Araya Indonesia, Bintang Karanggan Cycling Club, CUstoms Cycling Club, Komunitas Sepeda Sumatra Barat, Putra Perjuangan Bandung, ISSI Yogyakarta dan ISSI Sumbar.
Peserta balap sepeda Tour De Singkarak melalui etape 2a akan finis di pantai Gandoriah Kota Pariaman. Para peserta balap sepeda akan disuguhi acara kesenian khas Pariaman yaitu Ritual Pembuatan Tabuik, Oyak Tabuik, sampai pada tahap Pembuangan Tabuik ke laut.
Pengamanan etape 2a melibatkan Polresta Pariaman, Kodim pariaman, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman, Sat. Pol. PP Kota Pariaman, dan UPTD Pemadam Kebakaran. (Media Center Kominfo)
Kota Pariaman merupakan jalur etape 2a yang dilalui peserta balap sepeda Tour De Singkarak 2010 tanggal 2 Juni 2010 yang akan diikuti sebanyak 22 tim internasional dan domestik.
Berdasarkan pantauan Media Center Kominfo Kota Pariaman, kesiapan jalur-jalur yang dilalui peserta balap sepeda yaitu gerbang Kota Pariaman Kurai Taji, Jl. K. H. Ahmad Dahlan,Jl. Zaini, Jl. Soekarno Hatta, Jl. R. W. Monginsidi, Jl. H. M. Soeharto, Jl. Anas Malik, Jl. Samaun Bakrie, Jl. Kol. Mahyudin Tonek, Jl. Sechburhanudin, Jl. Rasyid Baroneng sampai pada Jl. Nasri Nazar Pantai Gandoriah telah terlihat perbaikan jalan pasca gempa, pembongkaran polisi tidur (pita Penggaduh), serta pembersihan jalan yang akan mengganggu pembalap.
Sebanyak 12 tim internasional yang akan mengikuti even ini adalah Azad University (Iran), Aisan Racing Team (Jepang), Roadbike Philippines 7 Eleven Racing Team (Filipina), Bike Bug North Sydney-Carol & O'Dea Lawyers (Australia), Polygon Sweet Nice (Indonesia), Petrochemical Tabriz Team (Iran), Malaysian National Team, Giant Asia Racing Team (Taiwan), Action Cycling Team (China Taipei), OCBC (Singapura), CCN Colossi (Belanda) dan KSPO (Korea).
Sementara itu, tim domestik terdiri atas 10 tim, yaitu: United Bike Kencana Team, Dodol Picnic Garut, Kutai Kartanegara Cycling Team, Araya Indonesia, Bintang Karanggan Cycling Club, CUstoms Cycling Club, Komunitas Sepeda Sumatra Barat, Putra Perjuangan Bandung, ISSI Yogyakarta dan ISSI Sumbar.
Peserta balap sepeda Tour De Singkarak melalui etape 2a akan finis di pantai Gandoriah Kota Pariaman. Para peserta balap sepeda akan disuguhi acara kesenian khas Pariaman yaitu Ritual Pembuatan Tabuik, Oyak Tabuik, sampai pada tahap Pembuangan Tabuik ke laut.
Pengamanan etape 2a melibatkan Polresta Pariaman, Kodim pariaman, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman, Sat. Pol. PP Kota Pariaman, dan UPTD Pemadam Kebakaran. (Media Center Kominfo)
Rabu, 19 Mei 2010
Bimbingan dan Penyuluhan Relawan Sosial Kota Pariaman
Pariaman, 18 Mei 2010
Dalam mempersiapkan para Pekerja Sosial masyarakat (PSM) Kota Pariaman, Dinas Sosial Tenaga Kerja Pariaman mengadakan Bimbingan dan Penyuluhan Relawan Sosial yang berlangsung di gedung pertemuan Pondok Indah Kota Pariaman selama dua hari (18-19/05).
PSM adalah warga masyarakat yang atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial secara sukarela mengabdi di bidang kesejahteraan sosial.
Dalam sambutannnya, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Pariaman, Ir. Bachrumsyah Bakri mengatakan, PSM sebagai anggota masyarakat memilki komitmen terhadap aktivitas pekerjaan sosial, yang dijiwai dengan semangat yang tulus dan secara sukarela mendukung pengembangan masyarakat serta pembangunan bidang kesejahteraan sosial.
“Perannya cukup besar dalam pembangunan, karena sebagai penggerak pembangunan kesejahteraan sosial di tingkat desa/kelurahan khusunya Kota Pariaman”,tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari desa dan kelurahan yang ada di Kota Pariaman.
Disela kegiatan, Edi Fatri, Spd, Kasi Motivasi dan Pemberdayaan Dinas Sosial Tenaga Kerja sekaligus panitia kegiatan menambahkan, para relawan ini akan dipersiapkan menjadi PSM yang bertugas sebagai fasilitator, motivator, katalisator (pemberi informasi), dinamisator (penggerak), dan sebagai evaluator dalam menunjang kesejahteraan sosial masyarakat Kota pariaman. (Media Center Kominfo)
Dalam mempersiapkan para Pekerja Sosial masyarakat (PSM) Kota Pariaman, Dinas Sosial Tenaga Kerja Pariaman mengadakan Bimbingan dan Penyuluhan Relawan Sosial yang berlangsung di gedung pertemuan Pondok Indah Kota Pariaman selama dua hari (18-19/05).
PSM adalah warga masyarakat yang atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial secara sukarela mengabdi di bidang kesejahteraan sosial.
Dalam sambutannnya, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Pariaman, Ir. Bachrumsyah Bakri mengatakan, PSM sebagai anggota masyarakat memilki komitmen terhadap aktivitas pekerjaan sosial, yang dijiwai dengan semangat yang tulus dan secara sukarela mendukung pengembangan masyarakat serta pembangunan bidang kesejahteraan sosial.
“Perannya cukup besar dalam pembangunan, karena sebagai penggerak pembangunan kesejahteraan sosial di tingkat desa/kelurahan khusunya Kota Pariaman”,tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari desa dan kelurahan yang ada di Kota Pariaman.
Disela kegiatan, Edi Fatri, Spd, Kasi Motivasi dan Pemberdayaan Dinas Sosial Tenaga Kerja sekaligus panitia kegiatan menambahkan, para relawan ini akan dipersiapkan menjadi PSM yang bertugas sebagai fasilitator, motivator, katalisator (pemberi informasi), dinamisator (penggerak), dan sebagai evaluator dalam menunjang kesejahteraan sosial masyarakat Kota pariaman. (Media Center Kominfo)
Senin, 10 Mei 2010
PELETAKAN BATU PERTAMA SPORT CENTER KOTA PARIAMAN
Pariaman, 6 Mei 2010
Deputi IV Bidang Pemberdayaan Olah Raga Menegpora RI, Dr. RPM. Junusul Hairi. MS melakukan peletakan batu pertama pembangunan sport center Kota Pariaman yang didampingi Walikota Pariaman Mukhlis Rahman beserta jajarannya , Kamis (6/5/) yang bertempat di Karan Aur, kecamatan Pariaman Tengah.
Dalam sambutannya Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman menyampaikan, pada tahap awal kami telah merampungkan pendirian lapangan tenis standar internasional dan lapangan basket dengan biaya 1,3 M. Dalam waktu dekat kami akan membangun 5 sarana pendukung lagi diantaranya lapangan futsal, kolam renang, lapangan voli, serta hall tertutup yang mampu menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan olahraga, yang secara keseluruhan menelan biaya Rp 18,6 miliar, sebanyak Rp 3,8 miliar telah dianggarkan dalam APBD Kota Pariaman, namun masih kurang Rp 14,8 miliar.
Lebih lanjut Walikota Pariaman mengungkapkan, harapannya kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga agar dapat membantu merealisasikan pembangunan sport center ini sekaligus menjadi pusat olahraga kebanggan Kota Pariaman.
Rencana pembangunan sport center disambut baik oleh Deputi IV Menegpora Dr. RPM. Junusul Hairi, MS dengan melihat potensi-potensi insan olahraga Kota Pariaman, dengan demikian insan olahraga dapat berkembang di kancah nasional maupun inetrnasional.
Kegiatan peletakan batu pertama, dimerihakan oleh penampilan tarung drajat, serta pencak silat Kota Pariaman. (KOMINFO)
Deputi IV Bidang Pemberdayaan Olah Raga Menegpora RI, Dr. RPM. Junusul Hairi. MS melakukan peletakan batu pertama pembangunan sport center Kota Pariaman yang didampingi Walikota Pariaman Mukhlis Rahman beserta jajarannya , Kamis (6/5/) yang bertempat di Karan Aur, kecamatan Pariaman Tengah.
Dalam sambutannya Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman menyampaikan, pada tahap awal kami telah merampungkan pendirian lapangan tenis standar internasional dan lapangan basket dengan biaya 1,3 M. Dalam waktu dekat kami akan membangun 5 sarana pendukung lagi diantaranya lapangan futsal, kolam renang, lapangan voli, serta hall tertutup yang mampu menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan olahraga, yang secara keseluruhan menelan biaya Rp 18,6 miliar, sebanyak Rp 3,8 miliar telah dianggarkan dalam APBD Kota Pariaman, namun masih kurang Rp 14,8 miliar.
Lebih lanjut Walikota Pariaman mengungkapkan, harapannya kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga agar dapat membantu merealisasikan pembangunan sport center ini sekaligus menjadi pusat olahraga kebanggan Kota Pariaman.
Rencana pembangunan sport center disambut baik oleh Deputi IV Menegpora Dr. RPM. Junusul Hairi, MS dengan melihat potensi-potensi insan olahraga Kota Pariaman, dengan demikian insan olahraga dapat berkembang di kancah nasional maupun inetrnasional.
Kegiatan peletakan batu pertama, dimerihakan oleh penampilan tarung drajat, serta pencak silat Kota Pariaman. (KOMINFO)
Rabu, 09 Desember 2009
1 Januari 2011, BPHTB Siap Dilaksanakan
Pariaman, 9 Desember 2010
Terhitung mulai 1 Januari 2011 kewenangan memungut BPHTB menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sebelumnya, BPHTB merupakan salah satu sumber penerimaan bagi pemerintah pusat, yang dipungut oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, yang selanjutnya disebut pajak. Saat ini DPRD Kota Pariaman tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) BPHTB Kota Pariaman yang telah diajukan Pemerintah Kota Pariaman. Pembahasan Ranperda BPHTB secara lebih mendalam dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Pariaman yang diketuai oleh Priyaldi, S.Sos.
Menurut Priyaldi, S.Sos, Ranperda BPHTB lebih prioritas untuk segera disahkan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pariaman. Mengingat pajak tanah yang awalnya daerah hanya mendapatkan bagi hasil dari pemerintah pusat, tapi sekarang dengan adanya pajak BPHTB ini, secara keseluruhan pajak jadi milik daerah sepenuhnya.
Namun ke depannya pemko harus menyiapkan seluruh perangkat yang diperlukan dan menunjang pelaksanaan pemungutan pajak BPHTB. Kemudian, juga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat serta menjalin kerjasama yang erat dengan pemuka masyarakat sebab mereka yang lebih tahu jika ada proses transaksi tanah. jadi harus lebih inten komunikasi dengan tokoh masyarakat seperti contoh dengan niniak mamak di desa bersangkutan, sebab lazimnya orang jual beli tanah, hibah dan warisan selalu melibatkan niniak mamak, termasuk juga dengan pemerintah terendah.
“Pemko Pariaman juga harus punya pemetaan atau investarisasi tanah baik itu tanah pemerintah, tanah ulayat, tanah kaum ataupun tanah adat. Tujuannya agar pelaksanaan BPHTB ini bisa berjalan dengan baik maka pemerintah dihimbau agar memberikan pemahaman kepada selurub masyarakat serta memberdayakan kearifan lokal yang ada. Inventarisasi tanah juga harus detail lengkap dengan status kepemilikan tanah, kepemilikan nama, suku dan luas tanah. Jadi data base harus jelas dan lengkap,” ungkap Priyaldi.
Menyinggung peluang keberhasilan pemerintah nantinya dalam melaksanakan Peraturan daerah ini adalah tergantung pada suprastruktur dari pelaksanaan perda ini seperti pemerintah harus melibatkan seluruh potensi daerah yang ada termasuk potensi kearifan lokal yang kita miliki. Sebab kalau hal ini diabaikan maka perolehan pajak BPHTB ini akan nihil apalagi nilai jual yang tertera dalam Ranperda tersebut angkanya cukup tinggi.
Terhitung mulai 1 Januari 2011 kewenangan memungut BPHTB menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sebelumnya, BPHTB merupakan salah satu sumber penerimaan bagi pemerintah pusat, yang dipungut oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, yang selanjutnya disebut pajak. Saat ini DPRD Kota Pariaman tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) BPHTB Kota Pariaman yang telah diajukan Pemerintah Kota Pariaman. Pembahasan Ranperda BPHTB secara lebih mendalam dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Pariaman yang diketuai oleh Priyaldi, S.Sos.
Menurut Priyaldi, S.Sos, Ranperda BPHTB lebih prioritas untuk segera disahkan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pariaman. Mengingat pajak tanah yang awalnya daerah hanya mendapatkan bagi hasil dari pemerintah pusat, tapi sekarang dengan adanya pajak BPHTB ini, secara keseluruhan pajak jadi milik daerah sepenuhnya.
Namun ke depannya pemko harus menyiapkan seluruh perangkat yang diperlukan dan menunjang pelaksanaan pemungutan pajak BPHTB. Kemudian, juga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat serta menjalin kerjasama yang erat dengan pemuka masyarakat sebab mereka yang lebih tahu jika ada proses transaksi tanah. jadi harus lebih inten komunikasi dengan tokoh masyarakat seperti contoh dengan niniak mamak di desa bersangkutan, sebab lazimnya orang jual beli tanah, hibah dan warisan selalu melibatkan niniak mamak, termasuk juga dengan pemerintah terendah.
“Pemko Pariaman juga harus punya pemetaan atau investarisasi tanah baik itu tanah pemerintah, tanah ulayat, tanah kaum ataupun tanah adat. Tujuannya agar pelaksanaan BPHTB ini bisa berjalan dengan baik maka pemerintah dihimbau agar memberikan pemahaman kepada selurub masyarakat serta memberdayakan kearifan lokal yang ada. Inventarisasi tanah juga harus detail lengkap dengan status kepemilikan tanah, kepemilikan nama, suku dan luas tanah. Jadi data base harus jelas dan lengkap,” ungkap Priyaldi.
Menyinggung peluang keberhasilan pemerintah nantinya dalam melaksanakan Peraturan daerah ini adalah tergantung pada suprastruktur dari pelaksanaan perda ini seperti pemerintah harus melibatkan seluruh potensi daerah yang ada termasuk potensi kearifan lokal yang kita miliki. Sebab kalau hal ini diabaikan maka perolehan pajak BPHTB ini akan nihil apalagi nilai jual yang tertera dalam Ranperda tersebut angkanya cukup tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)
