Pariaman, 23-6-2011 (Kominfo_Newsroom) Pemerintah Kota Pariaman melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kota Pariaman melaksanakan orientasi pelaksanaan pendataan keluarga dan pemutakhiran data keluarga Kota Pariaman, selama dua hari pada tanggal 22 sampai dengan 23 Juni 2011 di Pondok Indah Kota Pariaman.
Orientasi ini diikuti oleh sekitar 140 orang Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan sub PPKBD dari empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman.
Kepala BP2KB Kota Pariaman Yutiardi Rifai kepada Kominfo Newsroom mengatakan orientasi ini diberikan kepada PPKBD dan sub PPKBD bertujuan untuk memberikan pengetehuan kepada mereka untuk mendata masyarakat di tempat mereka bertugas.
“selain mendata jumlah penduduk, nantinya mereka juga menghitung jumlah penduduk yang memasang KB, pasangan usia subur dan pasangan yang manjadi sasaran atau target untuk menjadi aseptor KB,” sambungnya.
Dijelaskan Yutiardi, dalam pendataan penduduk nantinya para PPKBD dan sub PPKBD akan bekerja sama dengan kecamatan setempat.
Ia juga menjelaskan bahwa pendataan penduduk akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2011 sampai dengan tanggal 30 September 2011.
Dia berharap dengan adanya orientasi ini para PPKBD dan sub PPKBD mempunyai pengetahuan tentang pendataan penduduk, sehingga mendapatkan data yang tepat dan akurat. (Se)
Tim Media Center Kota Pariaman
Tim Media Center Kota Pariaman
Kamis, 23 Juni 2011
Siswa SD di Kota Pariaman Lulus 100 Persen
Pariaman, 20/06/2011 (Kominfo_Newsroom) Seluruh siswa sekolah dasar (SD) di Kota Pariaman dinyatakan lulus ujian nasional (UN)100 persen. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Pariaman Indra Jaya, saat dihubungi Kominfo Newsroom, Senin (20/6).
Dijelaskannya UN tingkat SD di Kota Pariaman diikuti oleh 1.734 pelajar dengan nilai rata-rata untuk tiga mata pelajaran pada tahun ini adalah Bahasa Indonesia 8,14, Matematika 7,28 dan IPA 7,78.
Ia juga mengatakan pengumuman kelulusan ditingkat sekolah dasar serentak pada hari ini tanggal 20 Juni 2011 mulai pukul 09.00 WIB, dan mekanisme pengumuman diserahkan kepada sekolah masing-masing.
“Pada tahun 2010 lalu, tingkat kelulusan Kota Pariaman juga 100 persen, dengan jumlah nilai rata-rata 22,57, sedangkan pada tahun ini jumlah nilai rata-rata kelulusan mengalami kenaikan yaitu 23,20,” sambungnya.
“Dengan jumlah nilai rata-rata ujian 23,20 menempatkan Kota pariaman berada diperingkat 10 tingkat Propinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
Dengan hasil UN yang cukup memuaskan ini, Indra Jaya berharap tahun depan mutu pendidikan di Kota Pariaman dapat ditingkatkan, serta kepedulian guru terhadap kegiatan ekstra kurikuler, olah raga dan kesenian dapat ditingkatkan. (Se)
Dijelaskannya UN tingkat SD di Kota Pariaman diikuti oleh 1.734 pelajar dengan nilai rata-rata untuk tiga mata pelajaran pada tahun ini adalah Bahasa Indonesia 8,14, Matematika 7,28 dan IPA 7,78.
Ia juga mengatakan pengumuman kelulusan ditingkat sekolah dasar serentak pada hari ini tanggal 20 Juni 2011 mulai pukul 09.00 WIB, dan mekanisme pengumuman diserahkan kepada sekolah masing-masing.
“Pada tahun 2010 lalu, tingkat kelulusan Kota Pariaman juga 100 persen, dengan jumlah nilai rata-rata 22,57, sedangkan pada tahun ini jumlah nilai rata-rata kelulusan mengalami kenaikan yaitu 23,20,” sambungnya.
“Dengan jumlah nilai rata-rata ujian 23,20 menempatkan Kota pariaman berada diperingkat 10 tingkat Propinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
Dengan hasil UN yang cukup memuaskan ini, Indra Jaya berharap tahun depan mutu pendidikan di Kota Pariaman dapat ditingkatkan, serta kepedulian guru terhadap kegiatan ekstra kurikuler, olah raga dan kesenian dapat ditingkatkan. (Se)
DELAPAN RANPERDA KOTA PARIAMAN DISAHKAN
Pariaman, 16/6/2011 (Kominfo_newsroom) Delapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) disahkan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman, Kamis (16/6). Rapat ini berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Kota Pariaman, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pariaman, Ibnu Hajar, yang dihadiri oleh Walikota Pariaman, Mukhlis R , 3/4 anggota DPRD Kota Pariaman, serta para pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Kota Pariaman.
Delapan Ranperda tersebut satu diantaranya merupakan rancangan Ranperda baru yaitu tentang Pajak Sarang Burung Walet, tiga Ranperda yang disahkan lainnya mengenai perubahan Perda lama yaitu perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD dan Staf Ahli. Yang kedua perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, serta yang ketiga merupakan perubahan atas Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah .
Sementara keempat Ranperda yang disahkan tentang pencabutan Perda yaitu pencabutan Perda Nomor 40 Tahun 2004 tentang Izin Usaha Penyelenggaraan Pelayanan dan Sarana Di Bidang Kesehatan, pencabutan Perda Nomor 7 Tahun 2006 tentang Retribusi Izin Tempat Usaha, pencabutan Perda Nomor 8 Tahun 2006 tentang retribusi Izin usaha industry, TDI, SIUP, dan TDP dan Perda Nomor 7 Tahun 2009 tentang Perda Nomor 8 Tahun 2006. Yang keempat yaitu tentang pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2006 tentang Retribusi Izin Usaha Jasa Konstruksi.
Walikota Pariaman dalam kesempatannya menjelaskan tentang pengajuan Ranperda sarang burung walet merupakan tindak lanjut terhadap pasal 2 ayat (2) huruf i Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, dimana pajak sarang burung walet ditetapkan sebagai salah satu jenis pajak yang dapat dipungut oleh Kabupaten/Kota.
“Selain itu dengan adanya peraturan ini diharapkan akan memberikan kepastian hukum di daerah guna meningkatkan investasi, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah Kota Pariaman,” tambahnya.
“Adapun perubahan Perda yaitu mengenai ranpersa SOTK yang dilakukan pemisahan, penggabungan serta peningkatan status adalah dalam rangka penyelengaraan pemerintahan daerah, kepala daerah dibantu oleh perangkat daerah yang diformulasikan berdasarkan prisip-prinsip menajemen,” sambungya.
“selanjutnya mengenai pencabutan empat Perda retribusi yang tidak lagi diatur dalam UU 28 tahun 2009 memang harus segera ditetapkan, karena dalam UU tersebut telah diatur pajak-pajak yang dapat dipungut oleh daerah,” ujarnya. (Se)
Delapan Ranperda tersebut satu diantaranya merupakan rancangan Ranperda baru yaitu tentang Pajak Sarang Burung Walet, tiga Ranperda yang disahkan lainnya mengenai perubahan Perda lama yaitu perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD dan Staf Ahli. Yang kedua perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, serta yang ketiga merupakan perubahan atas Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah .
Sementara keempat Ranperda yang disahkan tentang pencabutan Perda yaitu pencabutan Perda Nomor 40 Tahun 2004 tentang Izin Usaha Penyelenggaraan Pelayanan dan Sarana Di Bidang Kesehatan, pencabutan Perda Nomor 7 Tahun 2006 tentang Retribusi Izin Tempat Usaha, pencabutan Perda Nomor 8 Tahun 2006 tentang retribusi Izin usaha industry, TDI, SIUP, dan TDP dan Perda Nomor 7 Tahun 2009 tentang Perda Nomor 8 Tahun 2006. Yang keempat yaitu tentang pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2006 tentang Retribusi Izin Usaha Jasa Konstruksi.
Walikota Pariaman dalam kesempatannya menjelaskan tentang pengajuan Ranperda sarang burung walet merupakan tindak lanjut terhadap pasal 2 ayat (2) huruf i Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, dimana pajak sarang burung walet ditetapkan sebagai salah satu jenis pajak yang dapat dipungut oleh Kabupaten/Kota.
“Selain itu dengan adanya peraturan ini diharapkan akan memberikan kepastian hukum di daerah guna meningkatkan investasi, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah Kota Pariaman,” tambahnya.
“Adapun perubahan Perda yaitu mengenai ranpersa SOTK yang dilakukan pemisahan, penggabungan serta peningkatan status adalah dalam rangka penyelengaraan pemerintahan daerah, kepala daerah dibantu oleh perangkat daerah yang diformulasikan berdasarkan prisip-prinsip menajemen,” sambungya.
“selanjutnya mengenai pencabutan empat Perda retribusi yang tidak lagi diatur dalam UU 28 tahun 2009 memang harus segera ditetapkan, karena dalam UU tersebut telah diatur pajak-pajak yang dapat dipungut oleh daerah,” ujarnya. (Se)
PENILAIAN TAHAP KE-2 ORGANISASI SOSIAL PARAMEC KOTA PARIAMAN
Pariaman, 15/6/2011 (Kominfo_newsroom)
Setelah lolos lima besar pada tahap pertama penilaian organisasi sosial (orsos) tingkat Propinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan pada bulan April 2011, Orsos Paramec Kota Pariaman kembali dinilai dalam tahap II, Rabu (15/6).
Penilaian dilakukan oleh Tim penilai Seleksi Orsos Berprestasi Propinsi Sumatera Barat yang diketuai oleh Inda Revis.
Ia mengatakan, penilaian tahap ke-2 ini yaitu melihat secara langsung atau observasi lapangan tentang kegiatan yang telah disampaikan pada penilaian tahap pertama bulan April 2011.
“Kita juga menilai tentang kemampuan orsos untuk membangun jaringan kerjasama, sejauh mana legalitas orsos serta pengambangan bagi masyarakat”, sambungnya.
Sementara itu kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Barhumsyah Bakri, mengatakan Pemerintah Kota Pariaman telah lama melakukan pembinaan orsos, namun pembinaan yang lebih intensif baru dilakukan pada tahun 2008.
“Bahkan pada tahun 2009 orsos Kota Pariaman menjadi juara di tingkat nasional atas nama organisasi sosial Aisyiah Kota Pariaman,” sambungya.
Selain itu Bachrum juga berharap Orsos Paramec dapat menjadi yang terbaik di tingkat Propinsi Sumatera Barat dan menjadi wakil Sumbar untuk tingkat nasional.
Dalam kesempatannya Sekretaris Orsos Paramec, Elget Oktaviani, juga mengatakan Orsos Paramec merupakan yayasan yang bergerak di bidang non formal yang berdiri sejak tahun 2005 dan legal menjadi organisasi sosial sejak tahun 2010.
Dijelaskan Elget, orsos paramec beranggotakan 11 orang yang diketua oleh Elvis Betrizon dan mengelola beberepa kegiatan diantaranya Askesos (Asuransi kesehatan sosial), PKBM (Pusat kegiatan belajar masyarakat) dan UEP (usaha ekonomi produktif). (Se)
Setelah lolos lima besar pada tahap pertama penilaian organisasi sosial (orsos) tingkat Propinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan pada bulan April 2011, Orsos Paramec Kota Pariaman kembali dinilai dalam tahap II, Rabu (15/6).
Penilaian dilakukan oleh Tim penilai Seleksi Orsos Berprestasi Propinsi Sumatera Barat yang diketuai oleh Inda Revis.
Ia mengatakan, penilaian tahap ke-2 ini yaitu melihat secara langsung atau observasi lapangan tentang kegiatan yang telah disampaikan pada penilaian tahap pertama bulan April 2011.
“Kita juga menilai tentang kemampuan orsos untuk membangun jaringan kerjasama, sejauh mana legalitas orsos serta pengambangan bagi masyarakat”, sambungnya.
Sementara itu kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Barhumsyah Bakri, mengatakan Pemerintah Kota Pariaman telah lama melakukan pembinaan orsos, namun pembinaan yang lebih intensif baru dilakukan pada tahun 2008.
“Bahkan pada tahun 2009 orsos Kota Pariaman menjadi juara di tingkat nasional atas nama organisasi sosial Aisyiah Kota Pariaman,” sambungya.
Selain itu Bachrum juga berharap Orsos Paramec dapat menjadi yang terbaik di tingkat Propinsi Sumatera Barat dan menjadi wakil Sumbar untuk tingkat nasional.
Dalam kesempatannya Sekretaris Orsos Paramec, Elget Oktaviani, juga mengatakan Orsos Paramec merupakan yayasan yang bergerak di bidang non formal yang berdiri sejak tahun 2005 dan legal menjadi organisasi sosial sejak tahun 2010.
Dijelaskan Elget, orsos paramec beranggotakan 11 orang yang diketua oleh Elvis Betrizon dan mengelola beberepa kegiatan diantaranya Askesos (Asuransi kesehatan sosial), PKBM (Pusat kegiatan belajar masyarakat) dan UEP (usaha ekonomi produktif). (Se)
Kota Pariaman Akan Bentuk KPA
Pariaman, 15/06/2011 (kominfo_newsroom)
Melalui audiensi KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Provinsi Sumbar ke Kota Pariaman yang berlangsung di Pendopo Kota Pariaman, Kota Pariaman berencana membentuk KPA Kota Pariaman, Rabu (15/06) yang dihadiri Tim KPA Provinsi yang diketuai Arven, Konsultan WHO Sumatera Bagian Utara Dr. Elsa Siahaan, Sekretaris KPA Kota Padang Dr. Syaril, Dinas Kesehatan Kota Pariaman serta perwakilan kepala SKPD Pemko Pariaman.
Kota Pariaman dalam jumlah penderita AIDs dari tahun 2009 hingga 2010 tercatat 8 orang, jika dikalikan dengan indikator WHO maka populasi yang beresiko di Kota Pariaman lebih kurang 792 jiwa,” ungkap Arven
tentu ini merupakan tugas KPA Kota Pariaman nantinya jika telah terbentuk sekretariatnya, jika telah terbentuk KPA Kota Pariaman juga bertugas memetakan populasi rentan tertularnya virus HIV/AIDs seperti pengguna jarum suntik, waria, homoseksual , serta tidak dilokalisasikannya WTS sehingga secara lagsung berhubungan dengan masyarakat.
Beberapa KPA di Kabupaten/kota Propinsi Sumbar telah terbentuk, Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kab. Agam, dan Kota Sawahlunto.
Berdasarkan estimasi Dinas kesehatan Propinsi Sumbar, populasi rentan terhadap terhadap penularan virus HIV/AIDs di Kota Pariaman terdiri 12 orang pengguna jarum suntik, 5 orang WTS, 7 orang waria, dan homoseksual 579 orang.(arp)
Melalui audiensi KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Provinsi Sumbar ke Kota Pariaman yang berlangsung di Pendopo Kota Pariaman, Kota Pariaman berencana membentuk KPA Kota Pariaman, Rabu (15/06) yang dihadiri Tim KPA Provinsi yang diketuai Arven, Konsultan WHO Sumatera Bagian Utara Dr. Elsa Siahaan, Sekretaris KPA Kota Padang Dr. Syaril, Dinas Kesehatan Kota Pariaman serta perwakilan kepala SKPD Pemko Pariaman.
Kota Pariaman dalam jumlah penderita AIDs dari tahun 2009 hingga 2010 tercatat 8 orang, jika dikalikan dengan indikator WHO maka populasi yang beresiko di Kota Pariaman lebih kurang 792 jiwa,” ungkap Arven
tentu ini merupakan tugas KPA Kota Pariaman nantinya jika telah terbentuk sekretariatnya, jika telah terbentuk KPA Kota Pariaman juga bertugas memetakan populasi rentan tertularnya virus HIV/AIDs seperti pengguna jarum suntik, waria, homoseksual , serta tidak dilokalisasikannya WTS sehingga secara lagsung berhubungan dengan masyarakat.
Beberapa KPA di Kabupaten/kota Propinsi Sumbar telah terbentuk, Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kab. Agam, dan Kota Sawahlunto.
Berdasarkan estimasi Dinas kesehatan Propinsi Sumbar, populasi rentan terhadap terhadap penularan virus HIV/AIDs di Kota Pariaman terdiri 12 orang pengguna jarum suntik, 5 orang WTS, 7 orang waria, dan homoseksual 579 orang.(arp)
Kota Pariaman Canangkan Bulan Bhakti IBI ke 60
Pariaman, 14/06/2011 (kominfo_newsroom)
Pencanangan Bulan Bakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Keluarga Berencana (KB) Kesehatan tingkat Kota Pariaman tahun 2011 yang di mulai pada bulan Mei hingga Juni, hari ini, Selasa (14/06) secara resmi dicanangkan oleh Walikota Pariaman yang diwakili Asisten II Bidang Pembangunan Drs. Effendi Jamal, MM yang dipusatkan di halaman Puskesmas Kampung Baru Padusunan Kecamatan Timur. Pencanangan Bulan Bakti IBI KB Kesehatan tingkat Kota Pariaman tahun 2011 mengambil tema dalam rangka penguatan profesi bidan Indonesia mendukung percepatan Millenium Development Goals MDGs).
Dalam Sambutannya, Effendi Jamal mengatakan, dalam konteks kualitas penduduk Kota Pariaman yang masih rendah penting untuk di garis bawahi bahwa ada kaitan yang erat antara agka kelahiran dengan kemiskinan dan kesejahteraan, untuk itu di tahun 2011 Kota Pariaman menargetkan 2328 ekseptor (Pengguna alat KB) dan hingga juni 2011 telah mencapai 668 ekseptor.
Pada kesempatan tersebut Effendi Jamal juga menyamapikan strategi guna mensukseskan program KB, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, intensif kunjungan petugas ke rumah, melibatkan semua sektor terkait serta mengajak pasangan usia subur untuk ikut ber-KB.
Ketua IBI Kota Pariaman Satri Yarlina, SKM menambahkan, dalam rangka Bulan Bhakti ini IBI Kota Pariaman juga menyelenggarakan serangkaian kegiatan dari bulan Mei hingga Juni, Bakti sosial, gerak jalan jantung sehat, kunjungan ke sesepuh IBI Fahmi Palamin serta tabur bunga, Anjangsana ke Panti Asuhan, dan pelayanan KB serentak serta pelayanan kesehatan gratis. (arp/rk)
Pencanangan Bulan Bakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Keluarga Berencana (KB) Kesehatan tingkat Kota Pariaman tahun 2011 yang di mulai pada bulan Mei hingga Juni, hari ini, Selasa (14/06) secara resmi dicanangkan oleh Walikota Pariaman yang diwakili Asisten II Bidang Pembangunan Drs. Effendi Jamal, MM yang dipusatkan di halaman Puskesmas Kampung Baru Padusunan Kecamatan Timur. Pencanangan Bulan Bakti IBI KB Kesehatan tingkat Kota Pariaman tahun 2011 mengambil tema dalam rangka penguatan profesi bidan Indonesia mendukung percepatan Millenium Development Goals MDGs).
Dalam Sambutannya, Effendi Jamal mengatakan, dalam konteks kualitas penduduk Kota Pariaman yang masih rendah penting untuk di garis bawahi bahwa ada kaitan yang erat antara agka kelahiran dengan kemiskinan dan kesejahteraan, untuk itu di tahun 2011 Kota Pariaman menargetkan 2328 ekseptor (Pengguna alat KB) dan hingga juni 2011 telah mencapai 668 ekseptor.
Pada kesempatan tersebut Effendi Jamal juga menyamapikan strategi guna mensukseskan program KB, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, intensif kunjungan petugas ke rumah, melibatkan semua sektor terkait serta mengajak pasangan usia subur untuk ikut ber-KB.
Ketua IBI Kota Pariaman Satri Yarlina, SKM menambahkan, dalam rangka Bulan Bhakti ini IBI Kota Pariaman juga menyelenggarakan serangkaian kegiatan dari bulan Mei hingga Juni, Bakti sosial, gerak jalan jantung sehat, kunjungan ke sesepuh IBI Fahmi Palamin serta tabur bunga, Anjangsana ke Panti Asuhan, dan pelayanan KB serentak serta pelayanan kesehatan gratis. (arp/rk)
BUILDING A BETTER WORLD CARNAVAL
Pariaman, 14/6/2011 (Kominfo_newsroom) sebanyak 96 Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman mengikuti Building A Better World Karnaval di GOR Rawang Kota Pariaman, selama satu hari, Selasa (14/6).
Karnaval ini dilaksanakan oleh AMURT sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non Governmental Organization (NGO) kemanusian yang berbasis di Amerika Serikat dan India dan telah hadir di lebih dari 80 negara.
Karnaval ini juga dihadiri oleh ketua AMURT di negara ASEAN, Sister Kalyanii, ketua koordinator lapangan AMURT untuk Sumatera Barat, Ahmad Asegaf serta kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Pariaman, Indra Jaya.
Kalyanii saat ditemui mengatakan, karnaval ini yang bertemakan pengenalan budaya minangkabau sejak dini bertujuan untuk memberikan evaluasi kepada guru PAUD yang telah kita bina selama dua tahun dan memberikan pengenalan budaya minangkabau sejak dini kepada murid PAUD.
Sementara itu Ahmad Asegaf mengatakan, AMURT telah ada di Kota Pariaman sejak bulan November 2009 dan program kita direncanakan hingga tahun 2012.
“AMURT bergerak dibidang kemanusian yang telah memberikan pendidikan kepada 83 guru dari 70 PAUD dan telah membangun 13 PAUD di Kota Pariaman dan 17 PAUD di Kabupaten Padang Pariaman dan direncanakan AMURT akan membangun 4 PAUD lagi di Kota Pariaman dan 4 PAUD di Kabupaten Padang Pariaman”, tegas Ahmad.
“Selain untuk evaluasi kepada guru PAUD karnaval ini juga memberikan hiburan dengan mengadakan beberapa perlombaan yang bertujuan untuk menghilangkan trauma pasca gempa 30 September 2009,” sambung Ahmad.
Sementara itu indra Jaya Mendukung kegiatan ini, karena dapat memberikan ransangan positif kepada murid PAUD untuk lebih kreatif dan berkembang serta mengenal budaya minangkabau sejak dini. (Se)
Karnaval ini dilaksanakan oleh AMURT sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non Governmental Organization (NGO) kemanusian yang berbasis di Amerika Serikat dan India dan telah hadir di lebih dari 80 negara.
Karnaval ini juga dihadiri oleh ketua AMURT di negara ASEAN, Sister Kalyanii, ketua koordinator lapangan AMURT untuk Sumatera Barat, Ahmad Asegaf serta kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Pariaman, Indra Jaya.
Kalyanii saat ditemui mengatakan, karnaval ini yang bertemakan pengenalan budaya minangkabau sejak dini bertujuan untuk memberikan evaluasi kepada guru PAUD yang telah kita bina selama dua tahun dan memberikan pengenalan budaya minangkabau sejak dini kepada murid PAUD.
Sementara itu Ahmad Asegaf mengatakan, AMURT telah ada di Kota Pariaman sejak bulan November 2009 dan program kita direncanakan hingga tahun 2012.
“AMURT bergerak dibidang kemanusian yang telah memberikan pendidikan kepada 83 guru dari 70 PAUD dan telah membangun 13 PAUD di Kota Pariaman dan 17 PAUD di Kabupaten Padang Pariaman dan direncanakan AMURT akan membangun 4 PAUD lagi di Kota Pariaman dan 4 PAUD di Kabupaten Padang Pariaman”, tegas Ahmad.
“Selain untuk evaluasi kepada guru PAUD karnaval ini juga memberikan hiburan dengan mengadakan beberapa perlombaan yang bertujuan untuk menghilangkan trauma pasca gempa 30 September 2009,” sambung Ahmad.
Sementara itu indra Jaya Mendukung kegiatan ini, karena dapat memberikan ransangan positif kepada murid PAUD untuk lebih kreatif dan berkembang serta mengenal budaya minangkabau sejak dini. (Se)
Langganan:
Postingan (Atom)