Tim Media Center Kota Pariaman

Tim Media Center Kota Pariaman
Tim Media Center Kota Pariaman

Senin, 08 November 2010

MTQ ke IV tahun 2010 Tingkat Kec. Pariaman Selatan

Pariaman, 15 Oktober 2010


Hari ini Jumat (15/10), Walikota Pariaman Mukhlis Rahman secara langsung membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke IV tahun 2010 tingkat Kecamatan Pariaman Selatan yang diselanggarakan di halaman kantor Camat Pariaman Selatan.

Dijelaskan Yusrizal S.Pd Camat Pariaman Selatan yang juga Ketua Umum Panitia Pelaksana, pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan Pariaman Selatan ini sempat vakum beberapa tahun dan tahun 2010 ini mulai dilaksanakan kembali. Ke depannya kegiatan serupa akan dijadikan agenda rutin kecamatan dalam rangka membangun sumber daya manusia di bidang keagamaan. Disamping itu kegiatan MTQ ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat baca Al Qur’an, pemahaman dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, menegakkan syiar Islam di Kota Pariaman, khususnya di kecamatan Pariaman Selatan, membantu terwujudnya visi dan misi jangka menengah Pemko Pariaman dan mendukung pelaksanaan Perda Kota Pariaman tentang baca tulis Al Qur’an.

Ditambahkan Yusrizal, pada pelaksanaan MTQ ke 4 ini ada tiga cabang yang dilombakan yakni cabang tilawatil, tartil dan kutbah Jum’at. Sedangkan lokasi pelaksanaannya diadakan di Kantor Camat Pariaman Selatan dan SDN 04 Pauh Kurai Taji. Kegiatan MTQ ini diikuti oleh 16 Desa yang berada di wilayah kecamatan Pariaman Selatan.

Imunisasi Massal Di Kota Pariaman

Pariaman, 14 Oktober 2010


“Imunisasi massal hari ini, Kamis (14/10) di selenggarakan di Kota Pariaman secara serentak di 129 pos yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman dengan melibatkan seluruh posyandu-posyandu di seluruh Kota Pariaman ”, terang DR. Anung Respati M.KM Kabid P2P & Survailans.

“Imunisasi yang akan diberikan merupakan imunisasi Campak dan Polio kepada Balita, I dan diharapkan kepada ibu-ibu yang memiliki balita agar membawa balitanya ke pos yang telah kami sediakan”, ungkapnya.

“Bagi ibu-ibu yang belum sempat membawa balitanya ke pos kami pada hari ini, kami akan layani di posyandu terdekat dari lokasi tempat tinggal selama bulan Oktober ini”, tegasnya.

Anung Respati menjelaskan, menurut hasil evaluasi badan internasional WHO di Indonesia menyenutkan bahwa di Indonesia secara keseluruhan perlu adanya imunisasi tambahan dalam bentuk imunisasi campak dan polio yang dapat menyebabkan kebutaan dan kematian, penyakit ini dapay berpotensi kejadian luar biasa jika tidak disikapi.

“Pada tahun tahun 2007 hingga tahun 2010 telah terjadi 76 kasus campak”, tukasnya.

Kecamatan Pariaman Tengah Siap bagikan Dana Rehab Rekon

Pariaman, 13 Oktober 2010

Kecamatan Pariaman Tengah akan bagikan dana rehab rekon bagi rumah yang mengalami rusak akibat gempa 30 September 2009 yang lalu. Tiga kategori untuk dana rehab rekon tersebut meliputi rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

“Secara teknis dana akan dibagikan melalui rekening masing-masing Pokmas (kelompok masyarakat) yang telah dibentuk beberapa bulan yang lalu, di Kecamatan Pariaman tengah telah terbentuk 23 Pokmas dari 5 kelurahan yang ada”, ungkap Camat Pariaman Tengah Yota Balad, S.STP

“Dana kemungkinan besar akan kami bagikan awal November 2010”, tegasnya.

“Camat mengimbau kepada masyarakat , agar dana bantuan yang diperoleh nantinya supaya digunakan untuk rehab rumah, bukan digunakan untuk keperluan yang lain, karena kami akan memantau”, tambahnya.

Waspadai Cuaca Tak Menentu

Waspadai Cuaca Tak Menentu


Pariaman, 12 Oktober 2010

Perubahan cuaca yang tak menentu dalam beberapa hari terakhir ini. Suhu udara saat siang hari terasa sangat panas, bahkan terasa menyengat di kulit. Tetapi pada malam hari suhu udara terasa dingin, lalu keesokan harinya hujan turun.

Perubahan cuaca tersebut akan berpengaruh terhadap alur kontaminasi mikroba, sosioekonomi, dan demografi. Hal ini jelas berdampak terhadap kesehatan.
Misalnya cuaca menjadi ekstrem, temperatur sering berubah-ubah, curah hujan menjadi tidak terprediksi dan kenaikan permukaan air laut juga fluktuatif.
Penyimpangan perubahan cuaca ini akan berpengaruh pada kesehatan melalui beberapa kondisi. Seperti alur kontaminasi mikroba, dampak kesehatan, dan hubungannya dengan polusi udara. Selain itu, mendatangkan penyakit melalui air dan makanan. Dari sosioekonomi geografi, masalah tadi berdampak terhadap mental, gizi, dan penyakit infeksi.
“Untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang tidak menentu ini, dihimbau kepada masyarakat Kota Pariaman agar minum air puith yang cukup, istirahat yang banyak, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi”, ungkap DR. Anung Respati M.KM Kabid P2P Dinkes Kota Pariaman.

Senin, 01 November 2010

PENILAIAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH (PMT-AS) 2010

SD 18 Pasir Pauh, Kecematan Pariaman Tengah Kota Pariaman, merupakan SD yang mewakili dari 71 SD dikota pariaman untuk mendapatkan penilaian PMT-AS dari tim penilai dari Propinsi Sumatera Barat.
Penilaian dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2010, tim penilai terdiri dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dan tim PKK Sumatera Barat.
“Kita melakukan penilaian dari dari tiga aspek, gizi makanan, peranan sekolah, dan cara pengolahan masakan”,kata Rusdian,Sos tim penilai dari Pemberdyaan Masyarakat Provinsi Sumatera Barat
“Dan bagi sekolah yang juara akan kita berikan penghargaan “ tambahnya
PMT-AS telah dilaksanakan sejak Orde Baru, dan sampai sekarang masih tetap dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan gizi guna ikut mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Pariaman, dalam kesempatannya Walikota Pariaman mengatakan bahwa pemerintah Kota Pariaman setiap tahunnya selalu menyediakan dana untuk kegiatan PMT-AS, bahkan setiap tahun kegiatan ini selalu ditingkatkan, ujarnya.

Jumat, 29 Oktober 2010

PARIAMAN FOR THE POEPLE

Pariaman , 24 Oktober 2010
Pariaman for the people, itulah yang disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis R. pada saat dialog dengan masyarakat Kota Pariaman dilapau gandoriah, Minggu 24 Oktober 2010.
Dalam dialog ini juga dihadiri oleh ketua DPRD Kota Pariaman, serta pemuka adat, alim ulama, serta cadiak pandai.
Dialog ini membahas bagaimana cara untuk memajukan Kota Pariaman kedepanya, memajukan pariwisata yang berlandaskan Islami. Orang dari manapun boleh datang dan berinfestasi di kota Pariaman.
“pariaman for the people, Pariaman terbuka untuk siapa pun, siapa pun yang datang ke Pariaman ini akan kita terima dengan baik, selagi tujuan kedatangannya tidak membuat kekacauan di pariaman, dan mereka juga boleh berionvestasi di kota pariaman ini”, ujar Walikota Pariaman.
Sesuai dengan yang disampaikan Walikota Pariaman, Ketua DPRD, Mardison mengatakan, “DPRD akan selalu mendukung kegiatan pemerintah, sepanjang kegiatan tersebut membangun kesejahteraan masyarakat”.

Selasa, 12 Oktober 2010

PARIAMAN GELAR JALAN KAKI SEDUNIA

Pariaman, 10 Oktober 2010

Pantai gandoriah Kota Pariaman, Minggu (10/10/2010) meriah. Ratusan warga yang terdiri anak-anak, remaja hingga orang tua penuh semangat dalam rangka mengikuti senam massal dan jalan kaki sedunia (World Walking Day) yang digelar Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kota Pariaman.
Jalan kaki sedunia ini dilepas langsung oleh Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman dengan mengikuti rute dari pantai gandoriah melewati pantai cermin diteruskan ke lohong, kampung perak, simpang tabuik dan kembali lagi ke pantai gandoriah. Walau cuaca kurang mendukung tetapi masyarakat tetap antusias mengikuti acara, ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti olah raga jalan kaki sedunia ini.
Acara semakin meriah sebab juga diadakan door prize yang di sponsori oleh Askes. Hadiah berupa TV, kulkas, mesin cuci dan sepeda serta masih banyak hadiah lainnya yang diperebutkan peserta. Hadiah utama berupa mesin cuci diraih oleh Syarizal sementara itu sepeda di raih oleh Eri Gustian.