Pariaman, 21 September 2010
Dinas kesehatan Kota Pariaman akan memvaksin 92 orang Calon Jemaah Haji. Vaksin yang akan diberikan merupakan vaksin meningitis yang akan dilaksanakan pada selasa depan (28/09) di Puskesmas Pauh Pariaman.
Vaksin meningitis ini wajib di berikan kepada seluruh calon jemaah haji baik pria maupun wanita, maka mau tidak mau vaksinasi harus dilakukan. Persoalannya, wanita hamil diberikan vaksin meningitis akan kontraksi dengan janin”, ungkap Kabid P2P Dr. Anung Respati M.KM
"Kalau sudah begitu ketentuannya, maka wanita hamil ditunda keberangkatannya," katanya.
“Selasa depan juga akan dilakukan pengecekan kesehatan calon jemaah haji untuk memastikan kondisi calon jemaah haji dalam keadaan sehat dan tidak mengidap penyakit yang akan membahayakan diri sendiri maupun jemaah lain”, tambahnya.
Tim Media Center Kota Pariaman
Tim Media Center Kota Pariaman
Kamis, 23 September 2010
Rabu, 22 September 2010
PESTA PANTAI DI KOTA PARIAMAN BERAKHIR
Pariaman, 19 September 2010
Pada hari minggu tanggal 19 September 2010 pesta pantai di Kota Pariaman tahun 2010 berakhir, setelah satu minggu di helat. Masyarakat yang datang masih terlihat ramai dengan membawa kerabat dan sanak famili.“ iko hari terakhir pesta pantai di pantai gandoriah, jadi wak bao keluarga untuk berlibur, lagian bisuak anak alah mulai sekolah”, ujar Ramlan, 46 tahun, pengunjung pesta pantai yang berasal dari santok.
Pesta pantai yang telah berlangsung selama satu minggu, telah di kunjungi oleh ribuan orang, baik dari dalam maupun dari luar Kota Pariaman. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi para pedagang yang ada di Kota Pariaman. Sebab dengan ramainya pengunjung penjualan mereka meningkat, “alhamdullah penjualan awak naik, dari tahun lalu, ujar Herman penjual sate di pantai gandoriah, “ dan kami harapkan tahun bisuak pengunjung diharapkan lebih banyak lagi”, tambahnnya
Selama pesta pantai tidak ada kejadian peristiwa yang merenggut korban jiwa, karena sebelumnya pemerintah Kota Pariaman telah menyiapkan perencanaan dengan matang dengan melakukan pengamanan yang ketat baik dari segi peralatan dan keamanan bagi para pengunjung, dengan menempatkan petugas-petugas keamanan pantai, seperti Polisi, Satpol PP, Tim SAR, serta dari Dinas Perhubungan.
Pada hari minggu tanggal 19 September 2010 pesta pantai di Kota Pariaman tahun 2010 berakhir, setelah satu minggu di helat. Masyarakat yang datang masih terlihat ramai dengan membawa kerabat dan sanak famili.“ iko hari terakhir pesta pantai di pantai gandoriah, jadi wak bao keluarga untuk berlibur, lagian bisuak anak alah mulai sekolah”, ujar Ramlan, 46 tahun, pengunjung pesta pantai yang berasal dari santok.
Pesta pantai yang telah berlangsung selama satu minggu, telah di kunjungi oleh ribuan orang, baik dari dalam maupun dari luar Kota Pariaman. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi para pedagang yang ada di Kota Pariaman. Sebab dengan ramainya pengunjung penjualan mereka meningkat, “alhamdullah penjualan awak naik, dari tahun lalu, ujar Herman penjual sate di pantai gandoriah, “ dan kami harapkan tahun bisuak pengunjung diharapkan lebih banyak lagi”, tambahnnya
Selama pesta pantai tidak ada kejadian peristiwa yang merenggut korban jiwa, karena sebelumnya pemerintah Kota Pariaman telah menyiapkan perencanaan dengan matang dengan melakukan pengamanan yang ketat baik dari segi peralatan dan keamanan bagi para pengunjung, dengan menempatkan petugas-petugas keamanan pantai, seperti Polisi, Satpol PP, Tim SAR, serta dari Dinas Perhubungan.
Minggu, 12 September 2010
PESTA PANTAI DI KOTA PARIAMAN
Pariaman, 12 September 2010
Hingga hari ini, Minggu 12 September 2010 situasi arus lalulintas kendaraan yang melintas di Kota Pariaman sudah mulai ada peningkatan, hal ini berdasarkan dari pengamatan di lapangan.
Umumnya kendaraan–kendaraan tersebut merupakan kendaraan wisatawan lokal yang berlibur ke kota pariaman. Mereka datang dari Padang, Solok , Bukittinggi dan kota-kota lain di Sumbar bahkan ada pengunjung yang datang dari Pakanbaru untuk menyaksikan pesta pantai di Pantai Gandoriah.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan acara pesta pantai serta untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan Pemerintah Kota Pariaman meningkatkan keamanan. Dan juga untuk menghindari kemacetan di Pantai Gandoriah maka beberapa jalur untuk masuk ke pantai tersebut di tutup bagi kendaraan.
Hingga hari ini, Minggu 12 September 2010 situasi arus lalulintas kendaraan yang melintas di Kota Pariaman sudah mulai ada peningkatan, hal ini berdasarkan dari pengamatan di lapangan.
Umumnya kendaraan–kendaraan tersebut merupakan kendaraan wisatawan lokal yang berlibur ke kota pariaman. Mereka datang dari Padang, Solok , Bukittinggi dan kota-kota lain di Sumbar bahkan ada pengunjung yang datang dari Pakanbaru untuk menyaksikan pesta pantai di Pantai Gandoriah.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan acara pesta pantai serta untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan Pemerintah Kota Pariaman meningkatkan keamanan. Dan juga untuk menghindari kemacetan di Pantai Gandoriah maka beberapa jalur untuk masuk ke pantai tersebut di tutup bagi kendaraan.
Sabtu, 11 September 2010
SHOLAT IDUL FITRI DI KOTA PARIAMAN
Pariaman, 10 September 2010
Walikota Pariaman Mukhlis R. beserta keluarga dan masyarakat Kota Pariaman lainnya melaksanakan sholat Idul Fitri pada hari Jum’at tanggal 10 September 2010 pukul 08.00 WIB bertempat di Lapangan Balaikota Pariaman. Cuaca yang cerah mendukung kelancaran masyarakat Kota Pariaman untuk melaksanak sholat Idul Fitri.
Sholat Idul Fitri ini juga diikuti sejumlah unsur Muspida Kota Pariaman bersama keluarganya. Jamaah yang hadir saat Sholat Idul Fitri lebih dari 1.000 orang, yang juga diikuti oleh masyarakat yang pulang dari rantau.
pada kesempatan ini Walikota Pariaman Muklhis R. menyampaikan permintaan maaf kepada para jemaah yang akan melakukan sholat Idul Fitri, karena kondisi Balaikota yang masih belum normal, karena mengalami rusak berat akibat gempa akhir September 2009 lalu
Walikota Pariaman Mukhlis R. beserta keluarga dan masyarakat Kota Pariaman lainnya melaksanakan sholat Idul Fitri pada hari Jum’at tanggal 10 September 2010 pukul 08.00 WIB bertempat di Lapangan Balaikota Pariaman. Cuaca yang cerah mendukung kelancaran masyarakat Kota Pariaman untuk melaksanak sholat Idul Fitri.
Sholat Idul Fitri ini juga diikuti sejumlah unsur Muspida Kota Pariaman bersama keluarganya. Jamaah yang hadir saat Sholat Idul Fitri lebih dari 1.000 orang, yang juga diikuti oleh masyarakat yang pulang dari rantau.
pada kesempatan ini Walikota Pariaman Muklhis R. menyampaikan permintaan maaf kepada para jemaah yang akan melakukan sholat Idul Fitri, karena kondisi Balaikota yang masih belum normal, karena mengalami rusak berat akibat gempa akhir September 2009 lalu
Jumat, 03 September 2010
Selasa, 31 Agustus 2010
Pesantren Ramadhan
Pariaman, 30 Agustus 2010
Pemerintah Kota Pariaman selama bulan puasa mengadakan kegiatan pesantren Ramadhan bagi siswa/i se-Kota Pariaman. Pesantren ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, 6 untuk tingkat SD dan kelas 1, 2 dan 3 untuk tingkat SLTP dan SMU/SMK.
Pesantren ini dimulai pada tanggal 13 agustus 2010 dan di tutup tanggal 31 Agustus 2010, dimana proses kegiatan pesantren tetap diadakan disekolah masing-masing, kecuali ceramah agama dan sholat yang di laksanakan dimasjid. Kegiatan ini akan di isi dengan berbagai materi agama yang akan disampaikan oleh para guru.
“Pesantren Ramadhan telah dilakukan setiap tahun yang dimulai sejak tahun 2005, pada tahun 2011 Pemerintah Kota Pariaman berencana akan membuat kurikulum khusus untuk pasantren ramadhan, sehingga setiap sekolah memberikan materi yang sama disetiap tingkatnya”, kata kasi Bidang pendidikan Dra. Endang Suryani
“Pesantren Ramadhan ini ingin memperkenalkan nilai-nilai keislaman lebih dalam dan diamalkan oleh para siswa dan juga membentuk karakter siswa yang disiplin,” kata kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Indra Jaya
Pemerintah Kota Pariaman selama bulan puasa mengadakan kegiatan pesantren Ramadhan bagi siswa/i se-Kota Pariaman. Pesantren ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, 6 untuk tingkat SD dan kelas 1, 2 dan 3 untuk tingkat SLTP dan SMU/SMK.
Pesantren ini dimulai pada tanggal 13 agustus 2010 dan di tutup tanggal 31 Agustus 2010, dimana proses kegiatan pesantren tetap diadakan disekolah masing-masing, kecuali ceramah agama dan sholat yang di laksanakan dimasjid. Kegiatan ini akan di isi dengan berbagai materi agama yang akan disampaikan oleh para guru.
“Pesantren Ramadhan telah dilakukan setiap tahun yang dimulai sejak tahun 2005, pada tahun 2011 Pemerintah Kota Pariaman berencana akan membuat kurikulum khusus untuk pasantren ramadhan, sehingga setiap sekolah memberikan materi yang sama disetiap tingkatnya”, kata kasi Bidang pendidikan Dra. Endang Suryani
“Pesantren Ramadhan ini ingin memperkenalkan nilai-nilai keislaman lebih dalam dan diamalkan oleh para siswa dan juga membentuk karakter siswa yang disiplin,” kata kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Indra Jaya
Senin, 30 Agustus 2010
Razia Makanan Kadaluarsa di Bulan Ramadhan
Pariaman, 27 Agustus 2010
Razia makanan kadaluarsa oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Koperindag Kota Pariaman di sejumlah pasar tradisional maupun pasar swalayan, Jumat (27/8).
“Untuk mengantisipasi beredarnya baranag kadaluarsa dan tidak layak konsumsi di bulan ramadhan tahu ini, maka pemerinyah Kota Pariaman harus melakukan pengawasan terhadap peredaran barang khususnya makanan untuk jaminan kepastian makanan yang beredar”, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Djusnaini.
Produk makanan atau minuman kadaluarsa, menurut Djusnaini rentan dengan bahaya keracunan, bagi orang yang mengkonsumsinya, terutama mereka yang sedang menjalani ibadah Puasa sebab stamina mereka lebih lemah dibandingkan dengan mereka yang tidak puasa.
“Waktu razia, kami tidak menemukan makanan kadaluarsa yang di perjual belikan, pemilik toko sadar akan dampak dari makanan kadaluarsa jika dimakan oleh masyarakat”, tambah Kepala Dinas Koperindag Sumiramis.
Razia makanan kadaluarsa oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Koperindag Kota Pariaman di sejumlah pasar tradisional maupun pasar swalayan, Jumat (27/8).
“Untuk mengantisipasi beredarnya baranag kadaluarsa dan tidak layak konsumsi di bulan ramadhan tahu ini, maka pemerinyah Kota Pariaman harus melakukan pengawasan terhadap peredaran barang khususnya makanan untuk jaminan kepastian makanan yang beredar”, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Djusnaini.
Produk makanan atau minuman kadaluarsa, menurut Djusnaini rentan dengan bahaya keracunan, bagi orang yang mengkonsumsinya, terutama mereka yang sedang menjalani ibadah Puasa sebab stamina mereka lebih lemah dibandingkan dengan mereka yang tidak puasa.
“Waktu razia, kami tidak menemukan makanan kadaluarsa yang di perjual belikan, pemilik toko sadar akan dampak dari makanan kadaluarsa jika dimakan oleh masyarakat”, tambah Kepala Dinas Koperindag Sumiramis.
Langganan:
Postingan (Atom)